Pertanyaan untuk interviewer: apa yang ditanyakan di akhir interview
Daftar pertanyaan balik untuk HR, calon atasan, dan direktur di akhir interview, contoh yang lemah dan kuat, serta topik yang sebaiknya ditunda.
Di akhir hampir setiap interview ada pertanyaan "Ada yang ingin kamu tanyakan?" Jawaban "tidak ada" adalah jawaban terburuk, karena terdengar seperti kamu tidak peduli dengan pekerjaannya.
Jawaban singkat: Siapkan 3–5 pertanyaan, lalu ajukan 2–3 yang paling relevan. Pilih pertanyaan yang jawabannya tidak ada di website atau lowongan: soal target 3–6 bulan pertama, cara tim bekerja, tantangan terbesar di posisi itu, dan langkah rekrutmen berikutnya. Sesuaikan dengan siapa yang mewawancarai: HR, calon atasan, atau direktur. Simpan pertanyaan soal gaji dan cuti untuk tahap tawaran.
Beberapa pertanyaan tajam soal budaya kerja sudah dibahas di red flag saat interview. Di sini daftarnya disusun per pewawancara, supaya kamu tahu mana yang cocok ditanyakan ke siapa.
Kenapa pertanyaan balik itu penting?
Amy Gallo di Harvard Business Review menyebut dua fungsi sesi ini: menunjukkan kamu masih terlibat dan serius dengan pekerjaannya, dan membantumu menilai apakah posisi itu cocok untukmu.
Untukmu sendiri, jawaban mereka adalah data. Kamu akan menghabiskan sebagian besar minggu di tempat itu.
Pertanyaan untuk HR (tahap screening)
HR menguasai proses dan gambaran umum perusahaan, bukan detail teknis pekerjaan.
- "Seperti apa tahapan rekrutmen setelah ini, dan kira-kira kapan saya bisa dapat kabar?"
- "Posisi ini baru dibuka atau menggantikan orang sebelumnya?"
- "Tim ini ada berapa orang, dan posisi ini melapor ke siapa?"
- "Penempatannya di mana, dan apakah ada kebijakan kerja hybrid?"
Pertanyaan pertama paling berguna: kamu jadi tahu kapan boleh follow-up tanpa terkesan memburu-buru.
Pertanyaan untuk calon atasan (interview user)
Calon atasan tahu persis seperti apa pekerjaannya sehari-hari. Di sinilah pertanyaan terbaikmu dipakai.
- "Kalau orang di posisi ini dianggap berhasil dalam 3 bulan pertama, apa yang sudah dia hasilkan?"
- "Apa tantangan terbesar di posisi ini yang tidak tertulis di lowongan?"
- "Seperti apa minggu kerja yang biasa untuk posisi ini?"
- "Bagaimana kinerja di posisi ini dinilai, dan seberapa sering?"
- "Apa yang paling Bapak/Ibu harapkan dari orang yang mengisi posisi ini, yang belum ada di tim sekarang?"
Jawaban pertanyaan pertama bisa kamu pakai lagi di surat terima kasih dan di interview tahap berikutnya.
Pertanyaan untuk direktur atau tahap akhir
Pewawancara di level ini memikirkan arah perusahaan, bukan tugas harian.
- "Apa prioritas utama perusahaan untuk setahun ke depan, dan bagaimana tim ini berperan di dalamnya?"
- "Apa yang membedakan orang yang berkembang cepat di sini dengan yang tidak?"
- "Apa yang membuat Bapak/Ibu sendiri bertahan di perusahaan ini?"
Pertanyaan terakhir terdengar personal, tapi jawabannya sering paling jujur tentang budaya tempat itu.
Satu pertanyaan penutup yang aman
Kalau waktunya tinggal sedikit, pakai pertanyaan ini:
"Apakah ada hal dari pengalaman saya yang membuat Bapak/Ibu ragu untuk posisi ini? Saya ingin memberi penjelasan selagi masih di sini."
Kamu memberi kesempatan untuk meluruskan keraguan sebelum mereka memutuskan, bukan sesudahnya. Kalau jawabannya membuatmu kaget, tanggapi dengan tenang dan konkret, bukan defensif.
Contoh: lemah vs kuat
- Lemah: "Perusahaan ini bergerak di bidang apa?" Jawabannya ada di website. Ini lebih buruk daripada tidak bertanya.
- Lemah: "Budaya kerjanya bagaimana?" Jawabannya hampir selalu "kekeluargaan dan kolaboratif", jadi kamu tidak dapat informasi apa pun.
- Kuat: "Terakhir kali tim ini tidak sepakat soal cara mengerjakan sesuatu, bagaimana keputusannya diambil?" Pertanyaan ini meminta contoh nyata, bukan slogan.
Pertanyaan yang sebaiknya ditunda
Beberapa topik lebih tepat dibicarakan setelah perusahaan menunjukkan minat padamu. Simpan ini untuk tahap tawaran:
- Gaji, bonus, dan tunjangan, kecuali HR yang membuka topik itu. Cara menjawab kalau ditanya ada di cara menjawab ekspektasi gaji.
- Jatah cuti dan izin sebelum kamu menunjukkan minat pada pekerjaannya.
- "Kapan saya bisa dipromosikan?" di interview pertama. Ganti dengan pertanyaan soal jalur pengembangan: "Orang yang dulu di posisi ini sekarang di mana?"
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa banyak pertanyaan yang ideal?
Dua sampai tiga. Siapkan lebih banyak, karena sebagian mungkin sudah terjawab selama interview. Jangan menanyakan sesuatu yang baru saja dijelaskan.
Bagaimana kalau semua pertanyaanku sudah terjawab?
Sebutkan bahwa sudah terjawab, lalu ajukan satu pertanyaan lanjutan: "Tadi Bapak menyebut target onboarding 3 bulan. Siapa yang biasanya mendampingi orang baru di masa itu?" Ini menunjukkan kamu mendengarkan.
Boleh membaca pertanyaan dari catatan?
Boleh. Membawa catatan menunjukkan persiapan. Yang tidak boleh adalah membaca seluruh jawabanmu dari catatan selama interview.
Fresh graduate sebaiknya bertanya apa?
Fokus pada pembelajaran dan pendampingan: "Seperti apa pendampingan untuk karyawan baru di 3 bulan pertama?" dan "Keterampilan apa yang paling cepat perlu saya kuasai di posisi ini?"
Latih bagian akhir interview ini, termasuk pertanyaan baliknya, di Mock Interview Kerjago. Persiapan pertanyaan lain dari HR ada di persiapan interview HR.
Sumber: Amy Gallo, "38 Smart Questions to Ask in a Job Interview", Harvard Business Review, 2022.