Menjawab "kenapa ingin bekerja di sini?" dan "kenapa kami harus menerima Anda?"
Cara menjawab dua pertanyaan motivasi di interview: riset perusahaan 15 menit, rumus jawaban, contoh untuk startup, bank, dan BUMN, serta kesalahan yang sering terjadi.
"Kenapa ingin bekerja di sini?" dan "Kenapa kami harus menerima Anda?" terdengar mirip, tapi menanyakan dua hal berbeda. Yang pertama soal perusahaannya, yang kedua soal dirimu.
Jawaban singkat: Untuk "kenapa di sini", sebut satu hal spesifik tentang perusahaan itu (produk, layanan, rencana, atau cara kerjanya) lalu hubungkan dengan pengalaman atau arah kariermu. Untuk "kenapa kami harus menerima Anda", ambil 2–3 syarat utama di lowongan dan beri satu bukti singkat untuk masing-masing. Keduanya cukup 45–90 detik. Hindari pujian umum seperti "perusahaan besar dan terkenal", karena bisa diucapkan untuk perusahaan mana pun.
Bagian ringkasnya ada di persiapan interview HR. Tulisan ini membedah kedua pertanyaan itu sampai ke riset dan contoh per jenis perusahaan.
Apa yang sebenarnya dinilai?
"Kenapa di sini?" menilai apakah kamu mengirim lamaran massal. Perusahaan lebih memilih kandidat yang tahu apa yang dikerjakan perusahaan itu, karena kandidat seperti itu lebih kecil kemungkinannya keluar dalam beberapa bulan.
"Kenapa kami harus menerima Anda?" menilai apakah kamu memahami pekerjaannya dan bisa menunjukkan bukti, bukan sekadar percaya diri.
Riset 15 menit sebelum interview
Kamu tidak perlu riset berjam-jam. Cukup temukan satu atau dua hal yang bisa kamu sebut dengan yakin:
- Website resmi: halaman produk/layanan, "Tentang Kami", dan berita terbaru.
- Lowongannya sendiri: baca lagi, tandai 2–3 syarat yang paling ditekankan.
- Media sosial dan LinkedIn perusahaan: proyek, pembukaan cabang, atau program yang baru diumumkan.
- Laporan tahunan untuk perusahaan terbuka (Tbk), tersedia di website perusahaan atau di IDX. Bagian rencana usaha biasanya menyebut prioritas tahun ini.
- Berita: cari nama perusahaan di Google News, ambil yang terbit setahun terakhir.
Catat satu fakta saja. Satu fakta yang benar dan relevan lebih kuat daripada lima fakta yang dihafal.
Cara menjawab "kenapa ingin bekerja di sini?"
Rumusnya:
Fakta spesifik tentang perusahaan → kaitannya dengan pengalaman atau arahmu → apa yang ingin kamu kerjakan di sana.
- Lemah: "Karena perusahaan ini besar, terkenal, dan budaya kerjanya bagus." Ini bisa diucapkan untuk perusahaan mana saja.
- Lemah: "Karena lokasinya dekat rumah saya." Jujur, tapi yang kamu sampaikan kenyamananmu, bukan minatmu pada pekerjaannya.
- Kuat: "Saya lihat tahun ini Bapak/Ibu membuka tiga cabang baru di Jawa Barat. Selama dua tahun di toko sebelumnya, saya ikut menyiapkan stok dan SOP untuk pembukaan satu cabang. Saya ingin mengerjakan hal yang sama di skala yang lebih besar."
Contoh per jenis perusahaan
Startup atau perusahaan teknologi:
"Saya pengguna aplikasinya sejak dua tahun lalu, dan fitur [nama fitur] yang rilis tahun ini menyelesaikan masalah yang dulu sering saya alami. Di posisi customer support, saya ingin membantu pengguna lain memakai fitur seperti itu."
Bank atau perusahaan keuangan:
"Dari laporan tahunan, saya membaca bahwa bank ini sedang memperbesar pembiayaan UMKM. Di magang saya sebelumnya, saya membantu mendata [n] pelaku UMKM untuk program pembiayaan, jadi saya ingin terus bekerja di area itu."
BUMN atau perusahaan besar:
"Saya tertarik karena perusahaan ini mengelola [layanan] yang dipakai banyak orang di daerah saya. Saya ingin belajar dari proses dan skala operasional seperti ini, dan program pengembangan karyawan barunya jadi pertimbangan saya."
Isi bagian dalam kurung siku dengan fakta yang benar-benar kamu temukan. Kalimat yang dikarang mudah ketahuan ketika pewawancara bertanya lebih lanjut.
Cara menjawab "kenapa kami harus menerima Anda?"
Rumusnya:
Syarat utama lowongan → bukti dari pengalamanmu → satu nilai tambah.
Contoh untuk posisi admin gudang yang meminta pengalaman stock opname, Excel, dan ketelitian:
"Ada tiga hal di lowongan yang saya penuhi. Pertama, stock opname: saya melakukannya setiap bulan selama satu tahun di gudang sebelumnya. Kedua, Excel: saya membuat rekap stok harian dengan pivot table. Ketiga, ketelitian: selisih stok di area saya turun setelah saya mulai mencocokkan surat jalan setiap hari. Nilai tambah saya, saya pernah melatih dua staf baru memakai sistem stok."
Untuk fresh graduate, ambil bukti dari magang, organisasi, atau proyek kuliah. Pengalaman organisasi tetap dihitung, asalkan kamu menyebut apa yang kamu kerjakan dan hasilnya. Panduannya ada di pengalaman organisasi di CV.
Kesalahan yang paling sering
- Menjawab dengan kebutuhanmu. "Karena gajinya bagus" atau "karena saya butuh pekerjaan" mungkin jujur, tapi tidak menjawab pertanyaannya.
- Membandingkan dengan kandidat lain. "Saya lebih baik dari kandidat lain" tidak bisa kamu buktikan, karena kamu tidak mengenal mereka.
- Menyebut fakta yang salah. Salah menyebut produk atau nama direktur lebih buruk daripada tidak menyebut apa pun.
- Menghafal kata per kata. Hafalkan poinnya, bukan kalimatnya, supaya tidak terdengar seperti membaca.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama jawaban yang ideal?
Sekitar 45–90 detik untuk masing-masing pertanyaan. Kalau pewawancara tertarik, mereka akan bertanya lebih lanjut.
Bagaimana kalau aku melamar karena butuh pekerjaan apa saja?
Itu wajar, tapi tetap cari satu alasan nyata yang membuat tempat ini lebih menarik dari yang lain, misalnya bidang usahanya, jalur karier, atau keterampilan yang bisa kamu pelajari di sana.
Perlu menyebut nilai-nilai perusahaan?
Boleh, kalau kamu bisa memberi contoh dari pengalamanmu yang sesuai dengan nilai itu. Menyebut nilai perusahaan tanpa contoh hanya mengulang isi website mereka.
Bagaimana kalau perusahaannya kecil dan informasinya sedikit?
Pakai lowongannya dan produk atau layanannya. Kamu juga bisa jujur: "Informasi tentang perusahaan ini belum banyak di internet, tapi dari lowongan saya melihat tim ini sedang [kebutuhan]."
Latih kedua jawaban ini sampai terdengar wajar, bukan hafalan, di Mock Interview Kerjago. Kalau buktinya belum terlihat di CV-mu, CV Review membantu menunjukkan bagian yang perlu diperkuat.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (IDX), laporan keuangan dan tahunan perusahaan tercatat.