CV bahasa Inggris atau Indonesia? Cara memilih dan contoh istilahnya
Ikuti bahasa lowongannya — plus kapan CV bahasa Inggris justru merugikan, daftar padanan judul bagian, dan contoh poin pengalaman dalam dua bahasa.
"CV-nya pakai bahasa Inggris atau Indonesia?" — pertanyaan ini muncul hampir di setiap lowongan. Jawabannya tidak rumit, tapi ada beberapa jebakan yang sering membuat CV berbahasa Inggris justru merugikan.
Jawaban singkat: Ikuti bahasa lowongannya. Kalau lowongan ditulis dalam bahasa Inggris, atau perusahaannya multinasional, startup, atau menyebut "fluent in English", kirim CV bahasa Inggris. Kalau lowongan berbahasa Indonesia — terutama instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan lokal — CV bahasa Indonesia sudah tepat. Yang penting satu CV memakai satu bahasa secara konsisten, dan bahasa Inggrisnya benar.
Aturan paling sederhana: cermin lowongan
Bahasa yang dipakai di lowongan adalah petunjuk terbaik:
| Lowongan ditulis dalam… | Kirim CV dalam… |
|---|---|
| Bahasa Inggris | Bahasa Inggris |
| Bahasa Indonesia | Bahasa Indonesia |
| Campuran, tapi syaratnya "fluent in English" | Bahasa Inggris |
| Tidak jelas (misalnya hanya poster) | Bahasa Indonesia, kecuali perusahaannya jelas multinasional |
Alasannya praktis: perekrut dan sistem ATS mencari kata kunci dari lowongan. Kalau lowongan meminta "account management" dan CV-mu menulis "pengelolaan klien", kecocokannya bisa terlewat.
Kapan CV bahasa Inggris malah merugikan
- Bahasa Inggris yang dipaksakan. Kalimat hasil terjemahan mesin yang kaku ("I am responsible to do the report") lebih buruk daripada CV bahasa Indonesia yang jelas.
- Campur aduk. Judul bagian bahasa Inggris, isi bahasa Indonesia, lalu ada poin bahasa Inggris lagi. Terbaca tidak rapi.
- Melamar posisi yang tidak butuh bahasa Inggris di perusahaan lokal, lalu di interview tidak bisa mempertahankan level bahasa yang tertulis di CV.
Siapkan dua versi kalau perlu
Kalau kamu melamar ke dua jenis perusahaan sekaligus, siapkan dua versi CV dengan isi yang sama. Jangan terjemahkan kata per kata — sesuaikan istilahnya:
| Bahasa Indonesia | Bahasa Inggris |
|---|---|
| Pengalaman Kerja | Work Experience |
| Pendidikan | Education |
| Keterampilan | Skills |
| Ringkasan | Summary |
| Sertifikasi | Certifications |
| Pengalaman Organisasi | Organizational Experience / Leadership |
| Magang | Internship |
| Lulus dengan pujian | Graduated cum laude |
Untuk poin pengalaman, mulai dengan kata kerja bentuk lampau: Managed, Built, Increased, Reduced, Coordinated — bukan "Responsible for…".
Contoh satu poin dalam dua bahasa
ID: Menyusun laporan keuangan bulanan untuk 12 cabang dan memangkas waktu tutup buku dari 7 menjadi 4 hari.
EN: Prepared monthly financial reports for 12 branches and cut the month-end close from 7 to 4 days.
Perhatikan versi bahasa Inggrisnya tidak menerjemahkan "menyusun" menjadi "arranged" — kata yang dipakai mengikuti istilah yang lazim di bidangnya.
Hal kecil yang sering terlewat
- Format tanggal: konsisten, misalnya "Jan 2024 – Mar 2025" (EN) atau "Jan 2024 – Mar 2025" / "Januari 2024 – Maret 2025" (ID).
- Gelar dan IPK: "Bachelor of Economics (S.E.), GPA 3.62/4.00".
- Nama jurusan dan kampus: pakai nama resmi bahasa Inggris dari kampusmu kalau ada; jangan diterjemahkan sendiri.
- Kemampuan bahasa: tulis jujur dan, kalau ada, sertakan skor tes (misalnya TOEFL ITP atau IELTS) beserta tahunnya.
Kalau bahasa Inggrismu masih belajar
Tidak apa-apa. Kirim CV bahasa Indonesia untuk lowongan berbahasa Indonesia, dan untuk lowongan berbahasa Inggris, minta satu orang yang lebih fasih membacanya sebelum dikirim. Sambil jalan, latihan grammar dasar bisa dilakukan di Belajar Bahasa Inggris — gratis, dengan pembahasan tiap soal.
Kalau kamu akan diwawancara dalam bahasa Inggris, latih jawaban perkenalan diri dulu — ada contohnya di perkenalan diri saat interview.
Butuh CV dalam dua bahasa? Buat versi Indonesia dan Inggris di CV Maker Kerjago — keduanya bisa disimpan sebagai versi terpisah dan diunduh gratis.