Ciri-ciri lowongan kerja palsu dan cara mengeceknya sebelum melamar
Tujuh tanda lowongan kerja palsu — dari permintaan transfer sampai file .apk di WhatsApp — dan cara mengecek keasliannya dalam lima menit.
Pesan WhatsApp masuk: "Selamat, Anda lolos seleksi administrasi PT [nama perusahaan besar]. Silakan transfer biaya pelatihan Rp750.000 untuk mengikuti tes tahap berikutnya."
Kamu tidak ingat pernah melamar ke sana. Tapi namanya perusahaan besar, dan kamu sedang butuh kerja.
Itu persis yang diandalkan penipu.
Jawaban singkat: Lowongan kerja palsu hampir selalu punya salah satu tanda ini: meminta uang (biaya pelatihan, seragam, tes kesehatan, tiket, atau akomodasi), memakai email gratisan seperti @gmail.com atas nama perusahaan besar, mengundangmu tes atau interview padahal kamu tidak pernah melamar, meminta data sensitif (foto KTP sambil selfie, nomor rekening, kode OTP) sebelum ada kontrak, atau mengirim file aplikasi (.apk) lewat WhatsApp. Perusahaan yang merekrut dengan benar tidak memungut biaya dari pelamar.
7 tanda lowongan kerja palsu
1. Kamu diminta membayar sesuatu
Ini tanda paling pasti. Bentuknya bermacam-macam:
- "Biaya pelatihan" atau "biaya administrasi"
- "Uang seragam" atau "jaminan"
- Tes kesehatan yang hanya boleh di klinik tertentu, dibayar lewat transfer
- Tiket pesawat atau hotel yang harus dipesan lewat "travel agent rekanan"
Perusahaan menanggung biaya rekrutmennya sendiri. Begitu ada permintaan transfer, berhenti di situ.
2. Emailnya bukan domain perusahaan
Rekruter BUMN atau perusahaan besar menulis dari domain resmi perusahaannya, misalnya @namaperusahaan.co.id, bukan @gmail.com atau @yahoo.com. Hati-hati juga dengan domain yang mirip tapi berbeda: tambahan huruf, tanda hubung, atau akhiran .com padahal situs resminya .co.id.
3. Kamu diundang padahal tidak pernah melamar
Penipu menyebar undangan tes dan interview massal. Kalau kamu tidak ingat pernah mengirim lamaran ke perusahaan itu, anggap undangannya palsu sampai terbukti sebaliknya.
4. Prosesnya terlalu cepat dan terlalu mudah
"Langsung diterima tanpa interview." "Gaji Rp8 juta untuk admin, lulusan SMA, kerja dari rumah." Rekrutmen sungguhan punya tahapan, dan gajinya masuk akal untuk posisinya. Tawaran yang terlalu bagus untuk syarat yang terlalu ringan adalah umpan.
5. Kamu diminta data sensitif sebelum kontrak
Sebelum kamu menandatangani kontrak kerja, perusahaan tidak perlu:
- Foto KTP sambil memegangnya (selfie dengan KTP)
- Nomor rekening beserta nama ibu kandung
- Kode OTP dari SMS atau WhatsApp, apa pun alasannya
- Kata sandi email atau akun apa pun
Data ini cukup untuk membuka pinjaman online atas namamu.
6. Kamu dikirimi file .apk
Modus yang sering beredar: "undangan interview" atau "surat panggilan" dikirim sebagai file aplikasi .apk lewat WhatsApp. Begitu dipasang, aplikasi itu bisa membaca SMS, termasuk kode OTP bank. Surat panggilan asli berbentuk PDF atau email, bukan aplikasi. Jangan pasang.
7. Semuanya hanya lewat WhatsApp
Tidak ada situs karier, tidak ada email resmi, tidak ada nomor kantor yang bisa dicek. Hanya nomor pribadi yang tidak bisa diverifikasi. Rekruter sungguhan memang sering memakai WhatsApp, tapi selalu ada jejak resmi lain: lowongan di situs perusahaan, email dari domain kantor, atau portal rekrutmen.
Cara mengecek lowongan dalam 5 menit
- Cari lowongan yang sama di situs karier resmi perusahaannya. Kalau posisinya tidak ada di sana, curigai. Direktori situs karier di Kerjago mengumpulkan alamat resmi halaman karier perusahaan Indonesia, jadi kamu tidak perlu menebak mana yang asli.
- Bandingkan domain email dengan alamat situs resminya. Harus sama persis.
- Cari di Google:
"nama perusahaan" + penipuan lowongan. Penipuan yang sedang beredar biasanya sudah dilaporkan orang lain, dan banyak perusahaan memasang pengumuman resmi tentang modus atas nama mereka. - Cek nomor rekening yang diminta di cekrekening.id. Rekening yang pernah dilaporkan terkait penipuan akan muncul di sana.
- Tanya langsung ke perusahaannya lewat kontak di situs resmi, bukan lewat nomor yang ada di pesan.
Kalau kamu sudah terlanjur
- Sudah transfer: segera hubungi bank-mu, minta pemblokiran rekening tujuan, dan simpan bukti transfer serta tangkapan layar percakapan.
- Sudah memberi OTP atau memasang .apk: hapus aplikasinya, ganti kata sandi email dan m-banking dari perangkat lain, dan hubungi bank.
- Laporkan ke patrolisiber.id milik Bareskrim Polri, dan laporkan rekeningnya lewat cekrekening.id supaya orang berikutnya tidak tertipu.
Kamu bukan orang bodoh kalau sempat percaya. Pesan seperti ini dibuat oleh orang yang pekerjaannya memang menipu, dan sasarannya justru orang yang sedang serius mencari kerja.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perusahaan resmi boleh meminta biaya tes kesehatan?
Tes kesehatan memang bagian rekrutmen di banyak perusahaan, tapi biayanya ditanggung perusahaan atau dibayar langsung di fasilitas kesehatan, bukan ditransfer ke rekening perorangan. Permintaan transfer ke rekening pribadi adalah tanda penipuan.
Lowongan di grup WhatsApp atau Telegram, bisa dipercaya?
Perlakukan sebagai petunjuk, bukan sumber. Cek ulang lowongannya di situs karier resmi perusahaan sebelum mengirim data apa pun.
Bagaimana membedakan rekruter agensi yang asli?
Agensi resmi punya situs, alamat kantor, dan menyebut nama perusahaan kliennya. Agensi rekrutmen yang sah dibayar oleh perusahaan, bukan oleh pelamar.
Semua lowongan di papan lowongan Kerjago diambil langsung dari situs karier resmi perusahaan atau dipasang sendiri oleh tim kami, dan setiap lowongan menautkan ke halaman pendaftaran aslinya.